Konsep Dasar Sistem
Sistem
: kumpulan dari
unsur/elemen-elemen yang saling berkaitan/berinteraksi dan saling mempengaruhi
dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Contoh
:
-
Sistem Komputer terdiri dari : Software, Hardware, Brainware
-
Sistem Akuntansi, dll
Menurut
Jerry FithGerald ;
sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan
suatu sasaran tertentu.
Menurut
Ludwig Von Bartalanfy ;
Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi
diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
Syarat-Syarat
Sistem :
A.
Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.
B.
Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
C.
Adanya hubungan diantara elemen sistem.
D.
Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting
dari pada
elemen sistem.
E.
Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.
KARAKTERISTIK
SISTEM :
• Komponen
(Component)
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk
satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian
dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung
komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem
mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Suatu
sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra
sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan
industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra
sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat
disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai
suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
• Batas
Sistem (Boundary)
Batas
sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang
lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu system
dipandang sebagai suatu kesatuan, karena dengan batas sistem ini fungsi dan
tugas dari subsistem yang satu dengan lainnya berbeda tetapi tetap saling
berinteraksi. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem
tersebut.
• Lingkungan
Luar Sistem (Environment)
Segala
sesuatu diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi dari suatu sistem. Lingkungan
luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Lingkungan luar yang
menguntungkan harus dipelihara dan dijaga agar tidak hilang pengaruhnya,
sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus dimusnahkan dikendalikan agar
tidak mengganggu operasi sistem.
• Penghubung
Sistem (Interface)
Merupakan
media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Untuk
membentuk satu kesatuan, sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang
satu ke subsistem yang lainnya. Dengan kata lain output dari suatu subsistem
akan menjadi input dari subsistem yang lainnya.
• Masukan
sistem (Input)
Merupakan
energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa Masukan Perawatan
(Maintenance Input) adalah energi yang dimasukkan supaya system tersebut
dapat beroperasi. Masukan Sinyal (Signal Input) adalah energi
yang diproses untuk didapatkan keluaran.
Sebagai
contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan
untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi
informasi.
• Keluaran
Sistem (Output)
Merupakan
hasil dari energi yang diolah oleh sistem. Meliputi : Keluaran yang berguna,
contohnya Informasi yang dikeluarkan oleh komputer. Dan Keluaran yang tidak berguna
yang dikenal sebagai sisa pembuangan, contohnya panas yang dikeluarkan oleh komputer
• Pengolah
Sistem (Process)
Merupakan
bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang
diinginkan.
Contoh CPU pada Komputer, Bagian Produksi yang mengubah bahan baku
menjadi
barang jadi, Bagian akuntansi yang mengolah data transaksi menjadi laporan
keuangan.
• Tujuan
Sistem (Goal)
Setiap
sistem pasti mempunyai tujuan ataupun sasaran yang mempengaruhi input
yang
dibutuhkan dan output yang dihasilkan. Dengan kata lain suatu sistem akan
dikatakan berhasil kalau pengoperasian sistem itu mengenai sasaran atau
tujuannya. Sistem yang tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan
ada gunanya.
KLASIFIKASI
SISTEM :
Sistem
Abstrak (Abstract System) ; sistem yang berupa pemikiran atau ide- ide yang
tidak
tampak secara fisik (Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan
hubungan Tuhan dengan Manusia)
Sistem
Fisik (Physical System) ; merupakan sistem yang ada secara fisik sehingga
setiap makhluk dapat melihatnya (Sistem Komputer, Sistem Akuntansi, Sistem
Produksi dll.)
Sistem
Alamiah (Natural System) ; sistem yang terjadi melalui proses alam dalam
artian tidak dibuat oleh manusia. (Sistem Tata Surya, Sistem Galaxi, Sistem
Reproduksi dll.)
Sistem
Buatan Manusia (Human Made System) ; sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem
buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human machine
system (contoh Sistem Informasi)
Sistem
Tertentu (Deterministic System) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat
diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran
dari sistem dapat diramalkan (contoh ; Sistem Komputer)
Sistem
Tak Tentu (Probabilistic System) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak
dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. (Contoh : Sistem Manusia)
Sistem
Tertutup (Close System) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa
adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut
ada, tetapi kenyataannya tidak
ada
sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system
(secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem
Terbuka (Open System) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan
luarnya. Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang
merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi dengan control oleh
satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam
masyarakat modern.
Sistem
Terotomasi Mempunyai Sejumlah Komponen yaitu ;
Perangkat
keras (CPU, disk, printer, tape).
Perangkat
lunak (sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi,
program
aplikasi).
Personil
(yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi
keluaran
dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem).
Data
(yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu).
Prosedur
(instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).
Sistem
Terotomasi Terbagi Dalam Sejumlah Katagori :
On-line
Systems. Sistem on-line adalah sistem yang menerima langsung input pada
area
dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil
komputasi
pada area dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah
dalam
skala, misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan
udara,
reservasi kereta api, perbankan dll.
Real-time
Systems. Sistem real-time adalah mekanisme pengontrolan, perekaman
data,
pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima
dalam
waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on- line adalah satuan waktu
yang
digunakan real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan
online masih dalah skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan
lainnya,
on-
line biasanya hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time
berinteraksi
langsung
dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan.
Decision
Support System + Strategic Planning System. Sistem yang memproses
transaksi
organisasi secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan,
mengevaluasi
dan menganalisa tujuan organisasi. Digunakan untuk sistem penggajian,
sistem
pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi. Biasanya berbentuk paket
statistik,
paket pemasaran dll. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data
tetapi
juga fungsi- fungsi matematik, data analisa statistik dan menampilkan informasi
dalam
bentuk grafik (tabel, chart) sebagaimana laporan konvensional.
Knowledge-based
System. Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan
dan
pengetahuan seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat
lunak khusus seperti LISP dan PROLOG.
Sistem
Berdasarkan Prinsip Dasar Secara Umum Terbagi Dalam :
Sistem
Terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang
berbeda
(misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
Sistem
Besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan
perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan
sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan).
Sistem
Sebagai Bagian Dari Sistem Lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem
yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
Sistem
Berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir
semua
sistem selalu berkembang.
Pelaku
sistem terdiri dari 7 kelompok :
1.
Pemakai ; Pada umumnya 3 ada jenis pemakai,
yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2.
Manajemen ; Umumnya
terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai
yang
bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem
yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang
terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan.
Kelompok manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan
orang, waktu dan uang, misalnya ; “ sistem tersebut harus mampu melakukan
fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan dalam waktu enam bulan dengan
melibatkan programmer dari departemen w, dengan biaya sebesar x”.
3.
Pemeriksa ; Ukuran
dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem
tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya
pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan
ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4.
Penganalisa sistem ; Fungsi-
fungsinya antara lain sebagai :
Arkeolog
; yaitu yang menelusuri baga imana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana
sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
Inovator
; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan
pemakai
bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
Mediator
; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara
lain
pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang
mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
Pimpinan
proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari
programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya
ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja,
adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa
sistem.
5.
Pendesain sistem ; Pendesain
sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak
berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain
arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6.
Programmer ; Mengerjakan
dalam bentuk program dari hasil desain yang telah
diterima
dari pendesain.
7.
Personel pengoperasian ; Bertugas
dan bertanggungjawab di pusat computer misalnya jaringan, keamanan perangkat
keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin
tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan
klasifikasi khusus untuk menjalankan sistem.
Hal
Mendasar Dalam Pengembangan Sistem
Penganalisa
sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki
daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan ini dipengaruhi
sejumlah hal,yaitu :
Produktifitas,
saat ini dibutuhkan sistem yang lebih banyak, lebih bagus dan lebih cepat. Hal
ini membutuhkan lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas,
kondisi kerja ekstra, kemampuan pemakai untuk mengambangkan sendiri, bahasa
pemrograman yang lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50
%
sampai 70 % sumber daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian
perangkat lunak dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.
Realibilitas,
waktu yang dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan
50%
dari waktu total pengembangan sistem. Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah sistem
yang digunakan di berbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya sangat
tidak mudah untuk mengubahnya. Jika terjadi kesalahan, ada dua cara yang bisa
dilakukan, yaitu melakukan pelacakan sumber kesalahan dan harus menemukan cara
untuk mengoreksi kesalahan tersebut dengan mengganti program, menghilangkan
sejumlah statement lama atau menambahkan sejumlah statement baru.
Maintabilitas,
perawatan mencakup ;
-
modifikasi sistem sesuai perkembangan perangkat keras untuk meningkatkan
kecepatan
pemrosesan (yang memegang peranan penting dalam pengoperasian
sistem),
-
modifikasi sistem sesuai perkembangan kebutuhan pemakai. Antara 50% sampai
80%
pekerjaan yang dilakukan pada kebanyakan pengembangan sistem dilakukan
untuk
revisi, modifikasi, konversi,peningkatan dan pelacakan kesalahan.
METODE
SISTEM.
A. BLACKBOX APPROACH.
Suatu
sistem dimana input dan outputnya dapat didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui
atau tidak terdefinisi. Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam
(yang menangani) sedangkan pihak luar hanya mengetahui masukan dan hasilnya.
Sistem ini terdapat pada subsistem tingkat terendah.
Contoh
: - bagian pencetakan uang, proses pencernaan.
B. ANALITYC SISTEM.
Suatu
metode yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh masalah untuk menyelidiki
kesistematisan tujuan dari sistem yang tidak efektif dan evaluasi pilihan dalam
bentuk ketidak efektifan dan biaya. Dalam metode ini beberapa langkah diberikan seperti di bawah ini :
a.
menentukan identitas dari sistem.
sistem
apa yang diterapkan.
batasannya.
apa
yang dilaksanakan sistem tersebut.
b.
menentukan tujuan dari sistem.
output
yang dihasilkan dari isi sistem.
fungsi
dan tujuan yang diminta untuk mencoba menanggulangi lingkungan.
c.
bagian-bagian apa saja yg terdapat dalam sistem dan apa tujuan dari
masingmasing
bagian
tersebut.
tujuan
masing- masing bagian sistem harus jelas.
cara
apa yang digunakan subsistem untuk berhubungan dengan subsistem lain.
d.
bagaimana bagian-bagian yang ada dalam sistem itu saling berhubungan menjadi
satu kesatuan.
Konsep Dasar Informasi:
Informasi :
data yang telah diproses menjadi
bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai
yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi =input -
proses – output.
Data
merupakan raw
material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif
tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi
level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya,
atau sebaliknya.
Representasi
informasi:
pelambangan informasi, misalnya: representasi biner.
Kuantitas
informasi: satuan
ukuran informasi. Tergantung representasi. Untuk representasi biner satuannya:
bit, byte, word dll.
Kualitas
informasi: bias
terhadap error, karena: kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan
mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan
perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori/master, kesalahan prosedur
pemrosesan ketidak berfungsian sistem.
Umur
informasi: kapan
atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi
penggunanya.
Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating
information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).
Kualitas
Informasi ; tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
Akurat,
berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau
menyesatkan.
Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan masudnya.
Tetap
pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
Relevan,
berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi
informasi
untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
Nilai
Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya.
Suatu
informasi
dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya
mendapatkannya.
Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost
effectiveness
atau cost benefit.
Definisi
Sistem Informasi:
“Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan
informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya”.
“Sebuah
sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi
untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi”.
“Sekumpulan prosedur manual atau terkomputerisasi
yang mengumpulkan/mengambil,
mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi dalam
mendukung pengambilan dan
kendali keputusan”
“Sekelompok orang, prosedur, input, output dan
pengolahannya secara bersama-sama
menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan
relevan bagi penggunanya” Menurut
Robert A. Leitch ; sistem
informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi
dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan- laporan yang
diperlukan.
Ada 4
operasi dasar dari sistem informasi yaitu mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan
menyebarkan informasi. Informasi mungkin dikumpulkan dari lingkungan dalam atau
luar dan memungkinkan didistribusikan ke dalam atau ke luar organisasi. Contoh
sebuah sistem informasi penjualan Pengumpulan Data Transaksi dan faktur
penjualan, transaksi pemesanan Pengolahan Hitung total penjualan faktur, hitung
rekapitulasi penjualan perhari /perminggu / perbulan / pertahun. Rugi/laba
penjualan Penyimpanan Data penjualan, konsumen, supplier Distribusi Pelanggan,
manajer penjualan dan pimpinan Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan
perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data.
Dari
definisi di atas terdapat beberapa kata kunci :
1. Berbasis komputer dan Sistem
Manusia/Mesin
Berbasis
komputer: perancang harus memahami pengetahuan komputer dan pemrosesan
informasi
Sistem
manusia mesin: ada interaksi antara manusia sebagai pengelola dan mesin sebagai
alat untuk memroses informasi. Ada proses manual yang harus dilakukan manusia
dan ada proses yang terotomasi oleh mesin. Oleh karena itu diperlukan suatu
prosedur/manual sistem.
2. Sistem basis data terintegrasi
Adanya
penggunaan basis data secara bersama-sama (sharing) dalam sebuah data base
manajemen system.
3. Mendukung Operasi
Informasi
yang diolah dan di hasilkan digunakan untuk mendukung operasi organisasi.
Istilah
Sistem Informasi
=
Manajemen Information System
=
Information Processing System
=
Information Decision System
=
Information System.
Semuanya
mengacu pada sebuah sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung
operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi.
Komponen
Fisik Sistem Informasi:
Perangkat
keras komputer: CPU, Storage, perangkat Input/Output, Terminal untuk
interaksi,
Media komunikasi data
Perangkat
lunak komputer: perangkat lunak sistem (sistem operasi dan utilitinya),
perangkat
lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat lunak aplikasi
(aplikasi
akuntansi dll).
Basis
data: penyimpanan data pada media penyimpan komputer.
Prosedur:
langkah-langkah penggunaan sistem
Personil
untuk pengelolaan operasi (SDM), meliputi:
- Clerical
Personnel (untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan
inquiry
= operator);
- First
level manager: untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan
perencanaan,
penjadwalan, identifikasi situasi out-of-control dan pengambilan
keputusan
level menengah ke bawah.
- Staff
specialist : digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan pelaporan.
- Management:
untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khsus, analisis khusus,
laporan
khsusus, pendukung identifikasi masalah dan peluang. Aplikasi = program
+
prosedur pengoperasian.
Sistem
informasi dapat diklasifikasikan sebagai sistem informasi formal dan informal.
Sistem
Informasi Formal adalah sistem informasi yang memiliki prosedur dan
kebijaksanaan tertulis dalam dokumen. contoh Undang-undang pajak penjualan.
Sistem
Informasi Informal adalah sistem informasi yang memiliki prosedur dan kebijaksanaan
tidak tertulis dalam dokumen, contoh pemberian diskon penjualan secara tidak terduga.
HUBUNGAN
PENGELOLA DENGAN SISTEM INFORMASI
Pada
bagian 1 sudah disebutkan bahwa salah satu komponen dari sistem informasi
adalah personel sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara
sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang
dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya. Pengelola sistem
informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk
/ jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya.
Manajemen
Level Atas: untuk
perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
Manejemen
Level Menengah: untuk
perencanaan taktis.
Manejemen
Level Bawah: untuk
perencanan dan pengawasan operasi Operator: untuk pemrosesan transaksi
dan merespon permintaan.
Untuk
pengembangan sebuah sistem informasi diperlukan struktur manajemen organisasi personil.
Strutktur dasarnya: Direktur Sistem Informasi Manajer Pengembangan, Sistem Analis
Sistem, Programmer, Manejer Komputer dan Operasi.
Variasi
struktur manajemen sangat tergantung pada Managerial Efficiency vs User
Service.
Pendekatan
Sistem Informasi
Sistem
Informasi dipelajari di berbagai disiplin ilmu, seperti :
1.
Ilmu Komputer ; yang berkaitan dengan teori-teori perhitungan, metode komputasi
dan metode penyimpanan dan akses data yang efisien.
2.
Ilmu Manajemen ; yang memberikan penekanan pada model-model normatif dari pembuatan/pengambilan
keputusan dan praktek manajemen.
3. Riset
Operasional ; yang berfokus pada teknik-teknik matematis untuk mengoptimalkan
parameter-parameter organisasi yang terpilih, seperti biaya transportasi,
kendali persediaan dan biaya transaksi.
4. SIM
; yang memusatkan pada sistem informasi yang berkaitan dengan komputer dan
merupakan
gabungan/kombinasi dari ilmu komputer, ilmu manajemen dan riset operasional
untuk membentuk sistem dan aplikasi.
5.
Sosiologi ; yang berpusat pada pengaruh-pengaruh sosial group dan organisasi
dan
kegunaan
sistem.
6.
Ilmu Politik ; yang berkaitan dengan pengaruh-pengaruh politik dan kegunaan informasi.
(mencoba untuk mengubah distribusi keuntungan dalam masyarakat)
7.
Psikologi ; yang menekankan pada respon-respon individual terhadap realitas
sistem
dan
model- model cognitive dari alasan manusia pekerjaan-pekerjaan, tugas seperti
aplikasi mikrokomputer, database, client personal
I. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
(FERDINAND MAGALINE)
A. KONSEP
DASAR SISTEM
Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umu, yaitu :
1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur
2.Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
B. KONSEP DASAR INFORMASI
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.
C. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umu, yaitu :
1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur
2.Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
B. KONSEP DASAR INFORMASI
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.
C. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.







0 comments:
Post a Comment